Cara Install Beszel di VPS untuk Monitoring Server dan Docker

Server VPS-mu jalan lancar sekarang, tapi apa kamu benar-benar tahu kondisi CPU, RAM, sama disk-nya detik ini juga? Banyak yang baru sadar server sekarat pas user udah komplain duluan. Nah, di artikel ini kita bakal install Beszel di VPS. Beszel sendiri adalah tool monitoring open source yang lagi naik daun, ringan tapi tetap lengkap buat mantau host dan container Docker sekaligus.

Apa Itu Beszel dan Kenapa Layak Dicoba

Beszel adalah platform monitoring server open source yang dibangun dengan arsitektur hub dan agent. Hub-nya jalan sebagai dashboard web. Agent dipasang di tiap server yang mau dipantau, lalu ngirim data metrik ke hub secara berkala. Soalnya dibangun di atas PocketBase, resource yang dipakai jauh lebih kecil dibanding stack monitoring konvensional macam Prometheus plus Grafana.

Fitur yang ditawarkan juga cukup lengkap buat kebutuhan sehari-hari: pemantauan CPU, memori, disk I/O, jaringan, suhu, sampai statistik per-container Docker atau Podman. Selain itu Beszel mendukung alert yang bisa dikonfigurasi per metrik dan backup otomatis ke storage lokal atau S3. Ada juga login lewat OAuth kalau kamu gak mau ribet kelola password terpisah.

Bedanya Beszel dengan Netdata dan Uptime Kuma

Mungkin kamu udah pernah baca artikel cara install Netdata di Ubuntu di blog ini, atau cara install Uptime Kuma dengan Docker. Ketiganya sama-sama tool monitoring, tapi tujuannya beda. Uptime Kuma fokus ke status “up atau down”nya sebuah layanan, cocok buat notifikasi kalau website tiba-tiba mati. Netdata lebih ke observability real-time dengan ribuan metrik detail per detik, cocok buat debugging performa yang dalam.

Beszel ada di tengah-tengah keduanya. Dia gak sedetail Netdata dan gak sesederhana Uptime Kuma. Tapi pas buat kamu yang cuma butuh satu dashboard ringan untuk memantau beberapa VPS sekaligus, tanpa bikin resource server ikut terbebani. Kalau kamu kelola lebih dari satu server, di titik ini Beszel biasanya jadi pilihan paling praktis.

Persiapan Sebelum Install Beszel di VPS

Sebelum mulai, pastikan VPS-mu sudah terpasang Docker dan Docker Compose. Spesifikasi minimum juga santai banget, cukup 1 vCPU dan RAM 512MB buat hub-nya sudah bisa jalan normal. Siapkan juga domain atau subdomain kalau kamu mau akses Beszel lewat HTTPS memakai reverse proxy seperti Nginx Proxy Manager atau Caddy.

Buat folder khusus dulu biar rapi, misalnya /opt/beszel, lalu masuk ke folder tersebut sebelum bikin file konfigurasi. Kebiasaan memisahkan folder per aplikasi ini bakal memudahkan kamu kalau suatu saat perlu migrasi ke VPS baru.

Cara Install Beszel Hub dengan Docker Compose

Setup docker-compose.yml

Langkah install Beszel di VPS lewat Docker Compose sebenarnya cukup singkat. Buat file docker-compose.yml di dalam folder tadi, lalu isi seperti ini:

services:
  beszel:
    image: henrygd/beszel:latest
    container_name: beszel
    restart: unless-stopped
    ports:
      - "8090:8090"
    volumes:
      - ./beszel_data:/beszel_data
      - ./beszel_socket:/beszel_socket

Volume beszel_data menyimpan database dan konfigurasi hub. Volume beszel_socket dipakai kalau kamu mau memantau host lokal lewat unix socket, tanpa perlu install agent terpisah.

Menjalankan Container Hub

Setelah file siap, jalankan container dengan perintah berikut:

docker compose up -d

Tunggu beberapa detik, lalu akses http://ip-vps-kamu:8090 lewat browser. Pada kunjungan pertama kamu akan diminta bikin akun admin lokal. Setelah login, dashboard Beszel masih kosong karena belum ada system yang terhubung, jadi lanjut ke langkah berikutnya buat nambah agent.

Menghubungkan Agent ke Hub Beszel

Klik tombol “Add System” di pojok kanan atas dashboard, isi nama server, lalu masukkan alamat IP-nya. Sebaiknya pakai IP jaringan privat kalau VPS-mu punya, biar traffic monitoring gak lewat internet publik. Sistem akan otomatis membuatkan public key yang perlu kamu salin buat instalasi agent.

Kalau agent-nya dipasang di server yang sama dengan hub, kamu tinggal tambahkan service kedua di docker-compose.yml yang sama:

  beszel-agent:
    image: henrygd/beszel-agent:latest
    container_name: beszel-agent
    restart: unless-stopped
    network_mode: host
    volumes:
      - /var/run/docker.sock:/var/run/docker.sock:ro
    environment:
      KEY: "public-key-yang-tadi-disalin"

Jalankan lagi docker compose up -d. Dalam beberapa detik, status system di dashboard bakal berubah jadi online, lengkap dengan grafik CPU, memori, dan disk yang mulai terisi data.

Konfigurasi Alert di Beszel

Biar gak perlu buka dashboard setiap saat, atur alert lewat menu system yang sudah ditambahkan tadi. Kamu bisa set threshold untuk CPU, memori, disk, bandwidth, sampai suhu, lalu tentukan berapa lama kondisi itu harus bertahan sebelum notifikasi dikirim. Akibatnya, kamu cuma dapat notifikasi kalau lonjakan resource-nya memang berlangsung lama, bukan spike sesaat yang wajar.

Notifikasi bisa diarahkan ke berbagai channel lewat integrasi webhook, termasuk Discord, Telegram, atau Slack. Setelah dikonfigurasi sekali, pengaturan ini bakal tetap jalan otomatis tanpa perlu kamu sentuh lagi. Di titik ini, kamu sudah bisa tinggal santai karena Beszel yang bakal ngasih tau duluan kalau ada resource server yang mulai bermasalah.

Troubleshooting Instalasi Beszel

Kalau dashboard hub gak bisa diakses setelah container jalan, cek dulu status port dengan docker ps dan pastikan port 8090 gak bentrok dengan aplikasi lain di VPS. Masalahnya kadang justru bukan di Beszel, melainkan firewall VPS yang belum membuka port tersebut.

Kalau status system tetap menunjukkan offline padahal agent sudah jalan, cek ulang public key yang dimasukkan di environment variable, karena satu karakter yang kepotong saat copy-paste sudah cukup bikin koneksi gagal. Selain itu, pastikan juga container agent punya akses ke /var/run/docker.sock kalau kamu mau melihat statistik per-container Docker, bukan cuma metrik host saja.

Penutup

Sampai di sini, proses install Beszel di VPS udah selesai dan kamu sudah punya dashboard monitoring yang ringan buat mantau satu atau beberapa server sekaligus. Buat kamu yang sebelumnya udah pakai Netdata atau Uptime Kuma, gak ada salahnya menjalankan Beszel berdampingan karena resource yang dipakai memang kecil. Kalau ada langkah yang bermasalah pas instalasi, cek lagi bagian troubleshooting di atas sebelum mulai dari awal. Selengkapnya soal fitur lanjutan seperti backup otomatis dan integrasi OAuth, bisa kamu pelajari langsung dari dokumentasi resmi Beszel atau repository GitHub-nya.

Jundi Husni Mubaraq

Jundi Husni Mubaraq

Saya seorang software engineer yang sejak awal 2026 megang penuh (sendirian) tanggung jawab infrastruktur server di tempat saya kerja: deploy dan maintain server Linux Ubuntu on-premises, bangun keamanan berlapis pakai CrowdSec dan Cloudflare, kelola job scheduling dan monitoring pakai Cronicle, deploy aplikasi containerized pakai Docker, sampai ngurusin mail server korporat dari nol. Sebelumnya saya 3+ tahun jadi Software Engineer/Fullstack Developer di beberapa perusahaan, termasuk proyek skala internasional (EUDR compliance system buat Lindt & Sprungli) dan sistem rumah sakit (SIMRS, rekam medis elektronik, integrasi BPJS Kesehatan) di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. jundi.hm ini tempat saya dokumentasiin apa yang beneran saya kerjain dan pelajarin di lapangan, bukan sekadar riset teori, S.Kom dari Universitas Duta Bangsa Surakarta jadi bekal awal, tapi yang nulis di sini adalah pengalaman langsung ngelola server production sehari-hari. Selengkapnya: https://iam.jundi.hm

Lihat Juga Nih

Selanjutnya Nih

Kasih Komentar

Email kamu gak bakal ditampilin ke publik. Kalau ada tanda ini artinya wajib diisi ya *

Rekomendasi.

Lagi Viral.