Kalau server MCP filesystem di MCPProxy udah jalan, biasanya masalah baru langsung nongol: file kebaca, tapi isinya cuma karakter aneh kayak simbol acak. Ini wajar, soalnya server MCP filesystem cuma paham teks polos, bukan format binary kayak xlsx, docx, atau pdf. Solusinya gabungin dengan server MCP markitdown, biar Claude bisa nerjemahin isi Word, PDF, dan Excel jadi teks Markdown yang langsung bisa dibaca dan dianalisis. Dua server ini jalan bareng di MCPProxy yang sama, jadi nggak perlu setup infrastruktur tambahan.
Kenapa Butuh Server MCP Markitdown Selain Filesystem?
Server MCP filesystem itu tugasnya cuma dua: listing folder dan baca file mentah. Buat file teks kayak .txt, .json, atau .md, itu udah cukup buat kebutuhan sehari-hari. Masalahnya muncul begitu file yang mau dibaca formatnya biner, misalnya laporan Excel, dokumen Word, atau nota dinas PDF, soalnya isi filenya bukan teks murni melainkan struktur terkompresi yang butuh parser khusus. Kalau dipaksa baca pakai filesystem doang, hasilnya cuma karakter mentah yang nggak ada artinya sama sekali.
Di sinilah peran server MCP markitdown masuk. Dia nggak peduli folder, cuma nerima path atau URI file, terus convert isinya jadi Markdown rapi lengkap dengan tabel, heading, dan struktur aslinya. Kombinasi dua server ini jadi pasangan yang saling melengkapi, filesystem buat lihat ada file apa aja di folder, markitdown buat baca isi filenya beneran sampai ke detail tabel dan paragrafnya.
Prasyarat Sebelum Install
Sebelum lanjut, pastikan dulu tiga hal ini udah beres di VPS kamu. Pertama, MCPProxy udah terpasang dan jalan normal, kalau belum cek dulu panduan instalasi MCPProxy di Ubuntu Server. Kedua, server MCP filesystem juga sudah aktif dan bisa listing folder target, caranya bisa diikuti di artikel instal MCP filesystem server sebelumnya, soalnya markitdown butuh filesystem buat tahu nama file apa aja yang ada. Ketiga, pastikan tool uv atau uvx sudah terpasang di server, karena markitdown-mcp jalan lewat Python, bukan Node.js kayak filesystem server.
Cek dengan perintah simpel ini dulu:
uvx --version
Kalau muncul nomor versinya, berarti aman lanjut ke step install berikutnya.
Cara Install Server MCP Markitdown di VPS
Sebelum masuk ke config MCPProxy, coba dulu jalanin manual biar ketahuan kalau ada error dari awal, bukan pas udah nyangkut di config dan susah didiagnosis.
sudo -u mcpproxy env HOME=/var/lib/mcpproxy uvx markitdown-mcp
Kalau muncul tulisan server jalan dan nunggu input stdio, itu tandanya normal, bukan macet, soalnya memang begitu cara kerja MCP server lewat stdio. Tekan Ctrl+C buat keluar, terus lanjut daftarin ke config MCPProxy.
Tambah ke Config MCPProxy
Buka file config-nya, biasanya di /etc/mcpproxy/mcp_config.json, terus tambahin entri baru ini di dalam array mcpServers:
{
"name": "markitdown",
"command": "/usr/local/bin/uvx",
"args": ["markitdown-mcp"],
"env": {
"HOME": "/var/lib/mcpproxy"
},
"oauth": null,
"enabled": true,
"quarantined": false
}
Env HOME ini penting banget, soalnya kalau service MCPProxy jalan lewat systemd, environment yang diwariskan biasanya minimalis dan nggak punya HOME yang valid, jadi uvx bisa gagal cari cache directory-nya sendiri dan malah error di tengah proses convert.
Restart Service dan Cek Status
Validasi dulu JSON-nya biar nggak rusak, baru restart service-nya.
python3 -m json.tool /etc/mcpproxy/mcp_config.json > /dev/null && echo "JSON VALID"
sudo systemctl restart mcpproxy
sleep 3
Kalau statusnya sudah connected dan jumlah tool-nya kebaca satu, soalnya markitdown-mcp memang cuma nyediain satu tool yaitu convert_to_markdown, berarti instalasi udah beres dan siap dipakai.
Contoh Pakai Server MCP Markitdown Baca File Word, PDF, dan Excel
Setelah server MCP markitdown aktif, cara makenya gampang banget. Minta Claude listing folder dulu pakai server filesystem, terus sebutin nama file yang mau dibaca. Di belakang layar, Claude bakal manggil tool convert_to_markdown dengan parameter URI kayak gini:
file:///home/ubuntu/data/laporan.xlsx
Hasilnya langsung keluar dalam bentuk tabel Markdown rapi lengkap sama header kolom, bukan cuma teks acak kayak pas dibaca lewat filesystem doang. Beberapa contoh kegunaan yang lumayan kepake sehari-hari:
- Laporan Excel bulanan langsung ketauan isi tabelnya tanpa buka aplikasi Excel dulu.
- Nota dinas atau surat PDF bisa langsung diringkas poin pentingnya.
- Slide presentasi PowerPoint kebaca strukturnya per halaman, meski gambar di dalamnya belum ter-ekstrak isinya.
Soal format yang didukung juga luas banget, mulai dari .docx, .xlsx, .xls, .pptx, .pdf, sampai gambar dan audio kalau butuh transkripsi. Detail lengkap daftar format dan cara kerja internalnya bisa dicek di repository resmi markitdown-mcp dari Microsoft.
Troubleshooting Server MCP Markitdown yang Sering Muncul
Ada beberapa error yang lumayan sering ditemuin pas pakai kombinasi server MCP markitdown dan filesystem bareng-bareng. Pertama, error transport closed pas convert file gede, biasanya ini gejala kehabisan memori pas parsing file Excel yang banyak formula atau sheet. Cek dulu kondisi RAM dan swap servernya:
free -h
Swap yang udah mepet penuh jadi tanda server butuh resource lebih gede buat nanganin file besar, atau file-nya perlu dipecah dulu jadi beberapa bagian yang lebih kecil.
Kedua, kalau proses MCPProxy jalan di bawah systemd dengan proteksi ProtectHome=true, folder di /home bakal disembunyiin total dari proses itu meskipun permission Linux biasa udah benar. Solusinya ganti jadi ProtectHome=read-only dan tambahin ReadWritePaths yang nunjuk ke folder target lewat systemctl edit mcpproxy, baru restart service-nya lagi.
Ketiga, kalau server tiba-tiba hilang dari daftar setelah restart, cek apakah entrinya beneran kesimpan di file /etc/mcpproxy/mcp_config.json. Beberapa cara nambah server lewat tool API kadang cuma nyimpen sementara di memori, jadi lebih aman edit langsung ke file config-nya biar persisten dan nggak ilang lagi pas service di-restart.
Dengan kombinasi server MCP filesystem buat browsing folder dan server MCP markitdown buat baca isi filenya, Claude jadi bisa kerja langsung sama dokumen Word, PDF, dan Excel yang ada di VPS tanpa perlu upload manual satu-satu ke chat. Kalau ketemu error lain di luar yang dibahas di atas, coba cek log server-nya lewat fitur tail log di MCPProxy, biasanya penyebabnya kelihatan jelas dari situ.























